LOGO

Mari selamatkan generasi dan bangsa kita dengan terus berkarya, berkreasi dan tidak menggunakan narkoba! Maju Indonesia!!

Showing posts with label Rehabilitasi. Show all posts
Showing posts with label Rehabilitasi. Show all posts
On Monday, September 20, 2010 0 comments


Proses pemulihan adalah suatu proses yang harus dijalani seumur hidup seorang pecandu (Long Life Process). Salah satu proses tersebut adalah rehabilitasi sosial, yakni upaya pembinaan bagi pecandu narkoba untuk mengembalikan fungsi sosialnya sesuai dengan norma-norma kehidupan masyarakat pada umumnya, antara lain: hubungan sosial, perilaku, spiritual, pola pikir, emosi, kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan hukum. Adapun proses pemulihan itu sendiri melalui 6 periode :



  1. Periode Pra-Perawatan (Pre-Treatment)
    Pecandu mencoba melalui berbagai cara untuk mengatasi proses ketergantungan fisik dan belajar untuk mengakui bahwa dia tidak mampu mengontrol perilaku penggunaan narkoba.


On Sunday, September 19, 2010 0 comments


Memotivasi seseorang yang sedang mengalami ketergantungan atau kecanduan pada narkoba untuk mau menghentikan penggunaannya bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan. Prochaska & DiClemente (dalam Bennet 1998), menyatakan bahwa ada beberapa tahap-tahap perubahan yang dialami oleh seorang pecandu yang mempengaruhi proses pemulihannya.
Berikut ini adalah penjelasan tahap-tahap perubahan tersebut:


  • Precontemplation
    adalah tahap saat pecandu umumnya masih tidak mau mengakui bahwa perilaku penggunaan narkoba sangat merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungannya. Pada tahapan ini, seorang pecandu mulai menampilkan mekanisme pertahanan diri agar mereka tetap dapat mempertahankan pola ketergantungannya pada narkoba. Jenis mekanisme pertahanan diri yang umumnya muncul adalah penyangkalan dimana pecandu selalu mengelak dan tidak mau menerima atas kenyataan-kenyataan negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan narkoba. Jenins mekanisme pertahanan diri lain adalah mencari pembenaran, dimana pecandu akan selalu berdalih untuk melindungi perilaku ketergantungannya.
  • Contemplation
    adalah tahap dimana pecandu mulai sedikit menyadari bahwa perilaku penggunaan narkoba merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungannya, tetapi masih sering merasa ragu-ragu untuk menjalani proses pemulihan. Proses wawancara motivasional sangat menentukan apakah pecandu kembali pada tahap precontemplation di atas atau justru semakin termotivasi untuk pulih.
  • Preparation
    adalah tahap saat individu mulai mempersiapkan diri untuk berhenti dari pola penggunaan zatnya. Pada umumnya yang bersangkutan mulai mengubah pola pikirnya yang dianggap dapat membantu usahanya untuk terbebas dari kacanduan dan ketergantunagn pada narkoba.
  • Action
    adalah tahap saat seorang pecandu dengan kesadaran dirinya sendiri mulai mencari pertolongan untuk membantu pemulihannya.
  • Maintenance
    adalah tahap dimana seorang pecandu berusaha untuk mempertahankan keadaannya yang telah bebas dari kecanduan dan ketergantungan narkoba.
  • Relapse
    adalah tahap dimana pecandu kembali lagi pada pola perilaku penggunaan narkoba (ketergantungan dan kecanduan) pada masa lalunya setelah ia mengalami keadaan dimana ia telah terbebas dari ketergantungan dan kecanduan pada narkoba.

On Saturday, September 18, 2010 0 comments


Begitu melekatnya tradisi masyarakat kita dalam memandang para korban penyalahguna narkoba dengan pandangan negatif membuat semakin sulitnya proses para korban untuk mencapai kesembuhan. Penyalahguna narkotika masih sering dianggap sebagai aib keluarga atau penyalahguna narkotika hanya berasal dari golongan ekonomi menengah ke atas maupun pandangan bahwa penyalahguna narkotika dianggap sebagai pelaku kejahatan, bukan korban, ada pula yang mengnggap bahwa penyalahguna narkotika hanya berasal dari golongan broken home dan meyebutkan bahwa penyalahguna narkotikahanyalah dianggap sebagai sampah masyarakat dan permasalahan penyalahgunaan narkotika hanya merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah.

Hal tersebut terjadi karena tersebarnya informasi yang salah kepada masyarakat. Informasi tersebut tentu masyarakat dapatkan dari berbagai media, baik itu media cetak maupun media elektronik. Oleh karena itu, media juga memiliki tanggung jawab dalam hal ini. Selama ini berbagai berita tentang narkotika, khususnya tentang terapi dan rehabilitasi masih belum dianggap sebagai berita penting dan menarik untuk ditayangkan dan disimak, sekalipun itu penting.