LOGO

Mari selamatkan generasi dan bangsa kita dengan terus berkarya, berkreasi dan tidak menggunakan narkoba! Maju Indonesia!!

On Sunday, September 19, 2010 0 comments


Memotivasi seseorang yang sedang mengalami ketergantungan atau kecanduan pada narkoba untuk mau menghentikan penggunaannya bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan. Prochaska & DiClemente (dalam Bennet 1998), menyatakan bahwa ada beberapa tahap-tahap perubahan yang dialami oleh seorang pecandu yang mempengaruhi proses pemulihannya.
Berikut ini adalah penjelasan tahap-tahap perubahan tersebut:


  • Precontemplation
    adalah tahap saat pecandu umumnya masih tidak mau mengakui bahwa perilaku penggunaan narkoba sangat merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungannya. Pada tahapan ini, seorang pecandu mulai menampilkan mekanisme pertahanan diri agar mereka tetap dapat mempertahankan pola ketergantungannya pada narkoba. Jenis mekanisme pertahanan diri yang umumnya muncul adalah penyangkalan dimana pecandu selalu mengelak dan tidak mau menerima atas kenyataan-kenyataan negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan narkoba. Jenins mekanisme pertahanan diri lain adalah mencari pembenaran, dimana pecandu akan selalu berdalih untuk melindungi perilaku ketergantungannya.
  • Contemplation
    adalah tahap dimana pecandu mulai sedikit menyadari bahwa perilaku penggunaan narkoba merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungannya, tetapi masih sering merasa ragu-ragu untuk menjalani proses pemulihan. Proses wawancara motivasional sangat menentukan apakah pecandu kembali pada tahap precontemplation di atas atau justru semakin termotivasi untuk pulih.
  • Preparation
    adalah tahap saat individu mulai mempersiapkan diri untuk berhenti dari pola penggunaan zatnya. Pada umumnya yang bersangkutan mulai mengubah pola pikirnya yang dianggap dapat membantu usahanya untuk terbebas dari kacanduan dan ketergantunagn pada narkoba.
  • Action
    adalah tahap saat seorang pecandu dengan kesadaran dirinya sendiri mulai mencari pertolongan untuk membantu pemulihannya.
  • Maintenance
    adalah tahap dimana seorang pecandu berusaha untuk mempertahankan keadaannya yang telah bebas dari kecanduan dan ketergantungan narkoba.
  • Relapse
    adalah tahap dimana pecandu kembali lagi pada pola perilaku penggunaan narkoba (ketergantungan dan kecanduan) pada masa lalunya setelah ia mengalami keadaan dimana ia telah terbebas dari ketergantungan dan kecanduan pada narkoba.

On Saturday, September 18, 2010 0 comments


Begitu melekatnya tradisi masyarakat kita dalam memandang para korban penyalahguna narkoba dengan pandangan negatif membuat semakin sulitnya proses para korban untuk mencapai kesembuhan. Penyalahguna narkotika masih sering dianggap sebagai aib keluarga atau penyalahguna narkotika hanya berasal dari golongan ekonomi menengah ke atas maupun pandangan bahwa penyalahguna narkotika dianggap sebagai pelaku kejahatan, bukan korban, ada pula yang mengnggap bahwa penyalahguna narkotika hanya berasal dari golongan broken home dan meyebutkan bahwa penyalahguna narkotikahanyalah dianggap sebagai sampah masyarakat dan permasalahan penyalahgunaan narkotika hanya merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah.

Hal tersebut terjadi karena tersebarnya informasi yang salah kepada masyarakat. Informasi tersebut tentu masyarakat dapatkan dari berbagai media, baik itu media cetak maupun media elektronik. Oleh karena itu, media juga memiliki tanggung jawab dalam hal ini. Selama ini berbagai berita tentang narkotika, khususnya tentang terapi dan rehabilitasi masih belum dianggap sebagai berita penting dan menarik untuk ditayangkan dan disimak, sekalipun itu penting.

On Friday, September 17, 2010 0 comments



Penyalahgunaan narkoba semakin hari semakin meningkat, begitu pula dengan pengidap HIV/AIDS. Penyalahgunaan narkoba sangat berkaitan dengan pengidap HIV/AIDS. Narkoba identik dengan seks bebas dan saling tukar jarum suntik antara pemakai.

Virus ini banyak diderita usia produktif mulai usia 19 sampai 40 tahun. Usia ini bisa hancur begitu saja saat virus HIV menggerogoti tubuhnya. Tak heran jika anak perempuan yang memakai narkoba sudah tidak perawan lagi. Remaja perempuan yang kecanduan tadi, disebabkan tidak ada lagi yang bisa dijual untuk membeli narkoba, akhirnya rela untuk menjajakan tubuhnya.

On 0 comments



Sebelumnya telah saya posting tentang bagaimana efek negatif penyalahgunaan narkoba pada berbagai pihak dalam skala micro atau kecil, nah pada kali ini saya akan menjelaskan dampak dari penyalahgunaan narkoba dalam skala global, yang saya bagi menjadi 6 dimensi, yaitu:

  1. Dimensi Ekonomi
    Berdasarkan studi tentang biaya ekonomi dan sosial akibat penyalahgunaan Narkoba pada 10 kota besar di Indonesia. Diperoleh hasil sebagai berikut:

  • Jumlah penyalahgunaan sebesar 1,5 % dari populasi (3,2 Juta orang) dengan kisaran 2,9 sampai 3,6 Juta orang terdiri dari 69% kelompok pemakai teratur dan 31% kelompok pecandu.
  • Dari kelompok pemakai teratur terdiri dari penyalahguna ganja (71%), shabu (50%), ekstasi (42 %), penenang (22 %).
  • Dari kelompok pecandu terdiri dari : penyalahgunaan ganja (75%), heroin/putaw(62%), shabu (57 %), ekstasi (34 %), penenang (25 %).